Cerita I
Di seluruh Pulau Orang Yang Terbuang, gema pengejaran Lofili terdengar di setiap sudut. Tidak ada yang tahu mengapa dia terus-menerus mengejar para buronan setiap hari. Mereka yang ditandainya pasti jatuh ke dalam jaringnya, tanpa terkecuali. Ketika ditanya tentang rahasianya dalam melacak buronan yang sulit ditangkap, Lofili hanya berkata, "Itu adalah naluri pemburu."
Cerita II 🔒 1★
Tetapi Lofili lebih dari sekedar pelacak. Dia menyerang tepat pada saat targetnya lengah, dengan cepat menundukkan mereka dalam sekejap. Dikenal karena menembak tajam dan keahliannya yang luas, dia dipandang sebagai mercusuar bagi banyak sipir dan pemburu hadiah di seluruh Pulau Orang Yang Terbuang. Meskipun mendapat pujian, Lofili tetap acuh tak acuh. Dia memiliki dahaga yang tak terpuaskan untuk tantangan baru, tidak pernah puas dengan kemenangan masa lalunya.
Cerita III 🔒 2★
Di hatinya, Lofili melihat dirinya jauh dari sukses. Buronan pertama yang dia kejar sepuluh tahun lalu masih berkeliaran, melakukan kejahatan khas yang hanya dia kenali, dan dengan cerdik menjebak kambing hitam. Meskipun penjahat ini telah memudar dari ingatan publik, Lofili terus dihantui oleh cemoohnya, "Kapan Anda akhirnya akan menangkapku, detektif?" Celaan ini mendorongnya, memicu perburuannya yang gigih.
Cerita IV 🔒 3★
Setiap tindakan yang diambil Lofili adalah persiapan untuk konfrontasi yang paling akhir. Setiap penjahat yang dia kejar tanpa henti terkait dengan tujuan akhirnya. Dia tidak akan membiarkan dirinya gagal dalam misi ini, berapa pun biayanya. Legenda dari Penjaga Hutan akan hidup di Pulau Orang Yang Terbuang sampai kemenangan terakhir Lofili.