Cerita I
Aiksen adalah petani yang pendiam dan tertutup, dan mantan tetangganya menjauhinya karena semua rumor menakutkan. Beberapa orang kadang-kadang mendengar panggilan menyeramkan dari ladangnya, tetapi polisi menganggap itu hanya spekulasi belaka. Hingga suatu hari, tetangga mulai menghilang satu per satu...
Cerita II 🔒 1★
Pikiran Aiksen tidak pernah jauh dari putrinya yang masih muda, yang ditinggalkan untuk dirawat oleh kakek-neneknya yang menua. Di Pulau Orang Yang Terbuang yang terpencil, di mana tahanan terputus dari dunia, kunjungan keluarga adalah impian yang jauh. Frustrasi dan putus asa, Aiksen mencoba melarikan diri berkali-kali, tetapi keberuntungan tidak pernah berpihak padanya—semua upaya gagal.
Cerita III 🔒 2★
Di penjara, Aiksen dengan cepat belajar kebenaran yang keras: hanya yang kuat yang bertahan. Tanpa koneksi atau status, dia menjadi sasaran empuk bagi para pengganggu. Tapi cintanya pada putrinya memupuk tekadnya, dan diam-diam dia mencari cara untuk menjadi lebih kuat. Kesempatannya datang saat kompetisi boomerang, di mana dia mengejutkan semua orang dengan mengalahkan para petarung terampil dengan presisi sempurna.
Cerita IV 🔒 3★
Setelah bergabung dengan Pasukan Tahanan, penguasaan pisau Aiksen memberinya nama "The Reaper." Sabit berputarnya, yang disempurnakan selama bertahun-tahun, menjadi simbol kekuatannya. Namun, Aiksen tidak mendambakan kekerasan—satu-satunya impiannya adalah kembali ke ladangnya, memeluk putrinya, dan hidup damai. Tetapi di Pulau Orang Yang Terbuang, di mana kedamaian sama sulitnya dicapai dengan kebebasan, siapa yang tahu kapan—atau jika—impian Aiksen akan pernah terwujud?