Cerita I
Caesar adalah produk dari eksperimen bio-fusi yang ambisius namun bencana. Proyek ini bertujuan untuk menyatukan gen manusia dengan sifat-sifat dari spesies lain, melampaui batas evolusi biologis untuk menciptakan bentuk kehidupan baru. Namun, eksperimen ini dengan cepat terurai. Setiap upaya penyambungan gen dan fusi spesies membawa efek samping yang semakin tidak terkendali. Akhirnya, laboratorium berubah menjadi reruntuhan dalam kecelakaan yang menghancurkan. Di antara reruntuhan, tim penyelamat menemukan Caesar—makhluk setengah manusia, setengah kera yang mengamuk.
Cerita II 🔒 1★
Ketika komunitas ilmiah merayakan eksperimen tersebut sebagai terobosan yang mengubah zaman, bagi Caesar, itu adalah tragedi. Tubuhnya yang telah diubah secara genetik menjadi penjara tak terhindari, selamanya mengisolasinya dari manusia. Eksperimen tersebut merenggut banyak nyawa, dengan Caesar disiksa oleh kegilaan yang tidak terkendali. Ketidakstabilannya membuatnya menjadi bahaya bagi masyarakat beradab, dan akhirnya dia diasingkan ke Pulau Orang Yang Terbuang, di mana dia sekarang hidup di bawah pengawasan terus-menerus.
Cerita III 🔒 2★
Namun, kebanggaan dan ambisi Caesar tidak pernah goyah. Seiring waktu, dia beradaptasi dengan tubuhnya yang berubah, secara bertahap mengungkap potensinya yang luar biasa. Kekuatan tubuhnya tumbuh melampaui pemahaman manusia, menghancurkan batas spesies dan mengubahnya menjadi kekuatan yang tak terhentikan. Penjara terus berjuang untuk menahannya, berulang kali meningkatkan pertahanannya untuk mencegah pelariannya—atau lebih buruk, kehancuran total dari seluruh fasilitas.
Cerita IV 🔒 3★
Hingga hari ini, upaya ini tampaknya berhasil, tetapi Sipir tidak dapat menyingkirkan ketidaknyamanan yang tersisa. Setiap gerakan Caesar menunjukkan bahwa dia tidak kekurangan kekuatan untuk menghancurkan segalanya—dia hanya memilih untuk menunggu... Tetapi untuk apa dia menunggu?